Apa Sih Pentingnya Teknik Closing dalam Penjualan?

Apa Sih Pentingnya Teknik Closing dalam Penjualan?

Dalam menjalankan bisnis, sangat penting memperhatikan strategi marketing. Terutama bisnis yang berhubungan langsung dengan penjualan produk. Tanpa adanya strategi marketing yang disusun rapi, akan sulit untuk menjual produk. Dalam ilmu marketing, sudah pasti akan dibahas mengenai teknik closing. Apa sih pentingnya teknik closing?

Teknik closing merupakan strategi yang digunakan oleh para sales dalam penjualan. Ketika mereka menawarkan produk, sering kali pembeli masih ragu bahkan enggan untuk menyimak. Untuk mengurangi terjadinya hal tersebut, sales harus menggunakan teknik closing. Yang mana merupakan teknik menutup pembicaraan untuk menghasilkan transaksi.

Lalu seberapa pentingnya teknik closing dalam penjualan? Teknik ini secara singkat berfungsi sebagai pelancar dalam transaksi penjualan. Jadi jelas sekali bahwa teknik ini sangat penting digunakan. Karena dalam penggunaannya teknik ini akan membuat calon pembeli benar-benar yakin untuk membeli produk yang ditawarkan.

Dalam penggunaannya, pertama ialah memperkenalkan produk yang dimiliki. Selanjutnya mulai memberikan pengarahan pada calon pembeli ketika berinteraksi. Yang mana sekiranya dibutuhkan olehnya. Lalu mana yang paling cocok dan tepat untuk dibeli. Selanjutnya Anda harus meyakinkan agar calon pembeli untuk membeli produk.

Pentingnya Teknik Closing Penjualan

Selain meyakinkan calon pembeli untuk melakukan transaksi penjualan, pentingnya teknik closing ini ialah agar sang pembeli tidak merasa dipaksa. Serta agar ia dengan senang hati mau membeli produk yang ditawarkan. Yang mana berdasarkan keinginan dan kebutuhannya sendiri.

Teknik ini memanglah cocok digunakan di Indonesia. Karena pasar yang ada di Indonesia sangat berbeda dengan Amerika dan negara maju lainnya. Di mana cukup membaca dan mengetahui spesifikasi sudah bisa memunculkan keputusan transaksi. Sedangkan di Indonesia, orang-orang lebih banyak akan menanyakan terlebih dahulu baru memutuskan untuk bertransaksi.

Meski sudah tertera spesifikasi lengkap, akan tetap melakukan tanya jawab. Oleh karena itu, alangkah pentingnya teknik closing untuk digunakan dalam meyakinkan. Jadi pembeli tidak akan ragu lagi untuk membeli. Serta tak akan penuh kebimbangan dalam menentukan pilihannya.

Sekarang sudah paham bukan bagaimana pentingnya penggunaan teknik closing ini dalam penjualan? Yang merupakan salah satu strategi dalam berbisnis di negara Indonesia ini. Selain mengenai manfaat dan fungsi dari teknik closing, Anda juga perlu mengetahui bagaimana saja macam teknik tersebut.

Teknik closing ini terbagi menjadi beberapa macam, mulai dari teknik closing menggunakan alternatif. Yang mana biasa digunakan ketika Anda merasa ragu akan stok barang. Lalu, ada pula yang menggunakan asumsi. Biasanya digunakan untuk meyakinkan calon pembeli dengan produk yang akan dibeli. Entah dengan packing yang baru atau lebih rapi dan lainnya.

Ada pula yang menggunakan batasan waktu dan tempat. Biasanya digunakan dengan pemberian promo yang sebesar-besarnya. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi apakah sudah cukup jelas pembahasan mengenai fungsi dan manfaat teknik closing dalam penjualan? Semoga dapat berguna bagi para pembaca.

Teknik Closing dan Contohnya, Mudah Diterapkan Ternyata

Teknik Closing dan Contohnya, Mudah Diterapkan Ternyata

Teknik closing dan contohnya umumnya dilakukan saat salesperson menilai calon konsumen telah memenuhi kriteria. Tepatnya untuk dijadikan konsumen. Namun, calon customer tersebut belum mencapai kesepakatan membeli produk.

Dengan ini, arti kegiatan closing merupakan perlakuan yang diberikan oleh salesperson. Gunanya untuk menjadikan calon customer menjadi custom. Jenis teknik closing dan contohnya adalah sebagai berikut.

  • Metode Asumsi

Teknik closing dan contohnya dengan asumsi merupakan metode yang paling sering dilakukan. Metode ini kerap dilakukan serta cukup efektif. Karena tak memberikan waktu banyak untuk calon customer berpikir. Akhirnya menghindari kemungkinan mereka berubah pikiran. Contoh dari assumptive closing sebagai berikut:

Calon customer telah memasuki toko. Kemudian Anda menilai jika dia merupakan calon customer yang mampu serta cocok bagi produk Anda. Setelah menjalin berkomunikasi membahas produk, Anda dapat mulai closing. Anda dapat menyampaikan: Kami memberikan fasilitas pengiriman gratis. Jika pembelian yang dilakukan dalam jumlah lebih dari 10. Kira-kira nanti Anda ingin memesan dalam jumlah berapa?

  • Metode Alternatif

Alternative closing adalah metode yang hampir mirip assumptive closing. Di mana metode ini menunjukkan salesperson mengasumsikan calon customer akan membeli produk.

Contoh yang paling kerap dihadapi adalah di pusat penjualan HP. Apabila calon customer tampak menimbang keputusan tipe HP. Anda sebagai salesperson dapat coba mengatakan: “Kami memiliki 2 tipe HP. Tipe X dan tipe Y. Perbedaannya hanya di RAM serta memori internal. Jadi, kakak butuh kapasitas RAM yang besar atau yang biasa?”

  • Batasan Waktu

Metode batasan waktu pun cukup kerap diterapkan. Namun, jarang dilakukan untuk person-to-person. Pada metode ini, closing dilakukan dengan tujuan untuk membatasi waktu. Sekaligus membuat calon customer terburu-buru membeli produk Anda.

Contoh penerapan metode batasan waktu yang paling kerap ditemui adalah: “Special offer only for today”. “Promo cashback hanya sampai hari ini”.

  • Penekanan Stok Barang

Metode ini tak berbeda dengan metode batasan waktu. Jika cara batasan waktu diterapkan dengan menggunakan waktu untuk menekan calon customer. Maka metode satu ini menggunakan jumlah stok produk sebagai penekan calon customer.

Sebagai contoh: “Dapatkan penawaran spesial. Hanya berlaku bagi 100 orang pembeli pertama”. “Produk terbatas, tersedia 50 unit tersisa”.

  • Pemberian Reward

Pemberian reward atau hadiah pada customer setelah menyelesaikan pembelian. Ini merupakan metode yang amat sering digunakan. Terbukti cukup luas cakupan bisnis yang dapat melakukannya.

Sebagai contoh, hadiah payung yang terdapat sablon logo perusahaan. Ini akan membuat banyak orang bisa melihat perusahaan Anda. Anda tak perlu repot harus membuat iklan. Jenis souvenir ini telah banyak dibuat perusahaan dalam skala besar. Misalnya, mobil, hotel, maupun produk rumahan.

Beberapa jenis closing dan contohnya tersebut membuktikan bahwa closing bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda dapat menyesuaikannya dengan kondisi spesifik. Jangan lupa share informasi ini jika Anda rasa bermanfaat, ya.